Cara Menghitung Gaji Per Jam Karyawan Sesuai Aturan di Indonesia

Cara Menghitung Gaji Per Jam Karyawan Sesuai Aturan di Indonesia

Menghitung gaji per jam merupakan salah satu metode pengupahan yang banyak digunakan di berbagai sektor industri, terutama untuk pekerja paruh waktu, pekerja harian, pekerja shift, hingga karyawan dengan sistem kerja fleksibel. Di tengah dinamika dunia kerja modern, sistem gaji per jam menjadi semakin relevan karena memberikan fleksibilitas bagi perusahaan sekaligus transparansi bagi karyawan.

Namun, meskipun terlihat sederhana, perhitungan gaji per jam tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aturan hukum yang harus dipatuhi, ada perhitungan jam kerja standar, serta ada komponen lain seperti lembur dan tunjangan yang perlu diperhitungkan. Kesalahan dalam menghitung gaji per jam dapat menimbulkan masalah serius, mulai dari komplain karyawan hingga pelanggaran ketenagakerjaan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara menghitung gaji per jam, mulai dari pengertian, dasar hukum, rumus perhitungan, contoh kasus, hingga tips pengelolaan gaji per jam yang benar dan aman bagi perusahaan.

Apa Itu Gaji Per Jam?

Gaji per jam adalah sistem pembayaran upah yang dihitung berdasarkan jumlah jam kerja yang dilakukan oleh seorang karyawan. Artinya, karyawan hanya dibayar sesuai dengan waktu kerja aktual yang mereka jalani.

Sistem ini berbeda dengan gaji bulanan tetap, di mana karyawan menerima jumlah yang sama setiap bulan terlepas dari jumlah jam kerja aktual (selama memenuhi jam kerja normal). Dalam sistem gaji per jam, setiap jam kerja memiliki nilai tertentu yang telah disepakati sebelumnya.

Gaji per jam umumnya diterapkan pada:

  • Karyawan part time

  • Pekerja harian lepas

  • Pekerja proyek

  • Karyawan shift

  • Pekerja musiman

  • Pekerja dengan jam kerja fleksibel

Keunggulan utama sistem ini adalah transparansi dan keadilan. Karyawan dibayar sesuai kontribusinya, sementara perusahaan dapat mengontrol biaya tenaga kerja dengan lebih akurat. Namun, sistem ini juga menuntut pencatatan jam kerja yang disiplin dan perhitungan yang presisi.

Dasar Hukum Penghitungan Gaji Per Jam di Indonesia

Di Indonesia, pengupahan diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan serta peraturan turunan dari Kementerian Ketenagakerjaan. Meskipun upah minimum ditetapkan dalam bentuk bulanan (UMP/UMK), perusahaan diperbolehkan menerapkan sistem gaji per jam selama perhitungannya tidak melanggar ketentuan upah minimum.

Pemerintah menetapkan standar jam kerja sebagai berikut:

  • 7 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk sistem 6 hari kerja

  • 8 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk sistem 5 hari kerja

Dari perhitungan tersebut, rata-rata jam kerja dalam satu bulan adalah 173 jam. Angka inilah yang digunakan sebagai dasar konversi gaji bulanan menjadi gaji per jam.

Rumus ini juga digunakan dalam perhitungan lembur dan berbagai komponen gaji lainnya, sehingga menjadi acuan yang aman secara hukum.

Rumus Dasar Menghitung Gaji Per Jam

Rumus yang paling umum digunakan adalah:

Gaji per Jam = Gaji Bulanan ÷ 173 jam

Rumus ini berlaku untuk karyawan dengan jam kerja normal sesuai peraturan.

Jika perusahaan menggunakan sistem kerja berbeda (misalnya kerja paruh waktu), maka gaji per jam tetap sebaiknya tidak lebih rendah dari hasil konversi UMK berdasarkan rumus di atas.

Contoh Perhitungan Gaji Per Jam

Contoh 1: Karyawan Tetap

Seorang karyawan memiliki gaji bulanan sebesar Rp5.000.000.

Perhitungannya:

Rp5.000.000 ÷ 173 = Rp28.901 per jam

Artinya, setiap satu jam kerja bernilai sekitar Rp28.901.

Contoh 2: Pekerja Part Time

Seorang pekerja part time bekerja 4 jam per hari selama 22 hari kerja.

Total jam kerja:

4 × 22 = 88 jam

Jika disepakati gaji per jam Rp30.000:

88 × 30.000 = Rp2.640.000

Contoh 3: Pekerja Harian Lepas

Seorang pekerja harian bekerja 6 jam per hari dengan upah Rp35.000 per jam.

Upah harian:

6 × 35.000 = Rp210.000

Jika bekerja 20 hari dalam sebulan:

Rp210.000 × 20 = Rp4.200.000

Cara Menghitung Lembur Berdasarkan Gaji Per Jam

Upah lembur diatur secara khusus dan wajib dibayarkan jika karyawan bekerja melebihi jam kerja normal.

Rumus umum lembur:

  • Jam pertama lembur: 1,5 × gaji per jam

  • Jam berikutnya: 2 × gaji per jam

Contoh:

Gaji per jam: Rp30.000

Lembur 2 jam

Perhitungan:

  • Jam pertama: 1,5 × 30.000 = Rp45.000

  • Jam kedua: 2 × 30.000 = Rp60.000

Total lembur = Rp105.000

Komponen yang Mempengaruhi Gaji Per Jam

Beberapa faktor yang memengaruhi besaran gaji per jam antara lain:

1. Upah Minimum Wilayah

Gaji per jam tidak boleh lebih rendah dari konversi UMK/UMP.

2. Jenis Pekerjaan

Pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus biasanya memiliki tarif lebih tinggi.

3. Jam Kerja

Jam kerja malam atau hari libur biasanya memiliki tarif tambahan.

4. Status Karyawan

Karyawan tetap, kontrak, dan freelance bisa memiliki skema berbeda.

5. Kebijakan Perusahaan

Beberapa perusahaan memberikan insentif tambahan di luar perhitungan dasar.

Perbedaan Gaji Per Jam dan Gaji Bulanan

Gaji per jam memberikan fleksibilitas, namun penghasilan bisa berubah-ubah setiap bulan. Sementara itu, gaji bulanan memberikan kepastian penghasilan, tetapi kurang fleksibel bagi perusahaan.

Gaji per jam cocok untuk:

  • Bisnis dengan jam kerja fluktuatif

  • Usaha ritel dan F&B

  • Pekerja paruh waktu

  • Proyek jangka pendek

Gaji bulanan lebih cocok untuk:

  • Karyawan tetap

  • Posisi manajerial

  • Pekerjaan dengan jam kerja stabil

Kesalahan Umum dalam Menghitung Gaji Per Jam

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Tidak menggunakan dasar 173 jam

  • Mengabaikan upah minimum

  • Tidak mencatat jam kerja secara akurat

  • Salah menghitung lembur

  • Tidak mencantumkan rincian di slip gaji

Kesalahan-kesalahan ini dapat menimbulkan konflik ketenagakerjaan dan berisiko hukum.

Tips Mengelola Gaji Per Jam Secara Efektif

Agar sistem gaji per jam berjalan optimal, perusahaan disarankan untuk:

  • Menggunakan sistem absensi digital

  • Mencatat jam kerja secara real time

  • Menggunakan software payroll

  • Menyusun SOP perhitungan upah

  • Memberikan slip gaji yang transparan

Dengan sistem yang rapi, HR dapat mengurangi kesalahan dan meningkatkan kepercayaan karyawan.

Kesimpulan

Gaji per jam adalah sistem pengupahan yang fleksibel dan adil jika diterapkan dengan benar. Perhitungan harus mengacu pada aturan ketenagakerjaan, terutama standar 173 jam per bulan, serta memperhitungkan lembur dan jenis pekerjaan.

Dengan memahami cara menghitung gaji per jam secara tepat, perusahaan dapat mengelola biaya tenaga kerja secara efisien, sementara karyawan memperoleh haknya secara transparan dan adil. Sistem ini akan berjalan optimal jika didukung oleh pencatatan jam kerja yang akurat dan kebijakan HR yang jelas.

Table of Contents

Share the Post:

Related Posts

Ilustrasi burnout kerja.

Burnout Kerja: Pengertian, Penyebab dan Bahaya Bagi Perusahaan

Burnout kerja menjadi topik yang tengah mendapat perhatian khusus dalam dunia profesional. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesejahteraan individu tetapi juga dapat berdampak signifikan pada keseluruhan kinerja dan kesehatan perusahaan. Fenomena yang berkaitan dengan dimensi psikologi karyawan ini disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan lingkungan dan manajemen kerja. Memahami

Baca Selengkapnya...
Ilustrasi walk in interview.

Cek Keunggulan Walk in Interview vs Wawancara Terjadwal

Dalam dunia rekrutmen, perusahaan memiliki berbagai strategi untuk menemukan kandidat terbaik. Dua metode yang sering digunakan adalah walk in interview dan wawancara terjadwal. Kedua metode ini menawarkan keunggulan dan kelemahan tersendiri, tergantung pada kebutuhan serta situasi perusahaan. Jika Anda bagian dari tim rekrutmen di perusahaan berskala besar, memahami perbedaan serta

Baca Selengkapnya...